Rabu, 24 Agustus 2011

Syair: Bangku di taman

Bangku di taman...
kesendirian menunggu sesuatu yang tidak pasti,
bercampur rasa dalam kalbu yang menyelimuti,
waktu berlalu, tapi yang ditunggu tak kunjung menghampiri,
Ku tadahkan pandangan ke awan, apakah ini masih masanya belum datang?
ku terus menunggu....sampai daun terakhir berguguran,
rasa gelisah semakin menyerang, bahkan duduk diampun tak sanggup untuk menenangkan.
Beranjak tegak untuk sekedar melepas tegang,
tapi ku kembali terduduk diam,
terlalu lelah untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti datang.
Bangku di taman...

Syair: Subuh Yang Terkenang

Waktu subuh yang terkenang,
pandanganku menjadi tentram dengan siluet malam yang memudar,
aroma embun semalaman masih tercium segar dalam keheningan,
ketika rembulan berganti siang,seberkas cahaya mengintip diantara celah-celah kabut yang menghilang,
dengarkan, tasbihan burung seindah subuh yang membentang.
Sungguh, subuh hari penghilang kalut menjadi tentram.

Senin, 22 Agustus 2011

Syair: Kesusahan & Kemudahan

Jalanku masih panjang,
bukan hanya kerikil yang menghadang, tetapi batu besarpun ikut menantang.
Jalanku masih panjang,
berbagai mimpi dan harapan, terlihat jelas dalam layar yang membentang.
kesedihan, kesenangan, kesusahan, kemudahan...
tak kan menghambat jalanku yang panjang,
karena bantuan akan selalu datang.
Allah Yang Maha pemberi kemudahan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5) 

 
سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

 Never give in, rise, and shining, and believe Allah always with you (Shubhy)