Senin, 26 September 2011

Ketika si "Diary" di Gusur si Lepy

Tiba-tiba keingat ma sohib lama "diary", apa kabar si doi?, kayaknya udah rapuh tuh di dalam lemari, coz si doi udah tergusur gara-gara muncul si lepy.
kasihan si "diary", ya udah deh tak samperin, walaupun dikau bahulak tapi banyak menyimpan story.
Ini salah satu bukti nyata, semangat gede aplikasi bertele. Dulu niatnya pengen jadi penulis terkenal (ababil gitu yak), trus belilah buku diary, maksudnya biar bisa dibawa kemana-mana, biar bisa nulis dimana-mana, biar bisa kayak si Cinta di aadc yang suka buat puisi gelas pecah belah (haghag, maap maap becanda). Nah kan keRRen tuh keliatannya, tapi yah itu, semangat doank yang 45, "diary" nya sih penuh, tapi niat jadi penulisnya yang kagak terealisasi.
Tapi setidaknya dari otak yang ciyut ini, adalah maha karya yang di hasilkan, CEQIDOT....

 Tidak Menyadari Apa Yang Harus Disadari

Apalah artinya nirwana dunia,
jika dia hanya setetes lautan surga,
padahal Tuhan mu terang-terangan memberikan firman-Nya.
Lalu kenapa kamu buta? kamu ridhoi segala kebathilan yang ada.
Kenapa kamu tuli? kamu iyakan segala pelecehan terhadap agama.
Kenapa kamu bisu? kamu halangi mulutmu untuk menyampaikan perkara,
sedangkan kamu merasa manusia sempurna, berlenggak lenggok dengan kebodohan yang nyata, berbangga-bangga dengan nafsu dunia.
Padahal kamu adalah manusia yang lebih cacat dari manusia gila.(Shubhy)

Jiwa & Raga ku

Jiwaku selalu terenyuh, ketika kehidupan menghilang,
Tuhanku telah menggenggam hak kehidupan hamba-Nya menuju ke kekalan,
Slalu terbesit di qalbuku, apakah mereka ikhlas atau menentang ketika Sang Khalik mengambil keputusan.
Masanya telah datang,
perkara didunia telah ditutup diganti pintu gerbang menuju perhitungan.(Shubhy)


Selain maha karya sendiri, suka juga memasukkan beberapa puisi yang great ke si "diary", salah satunya puisi karya Fatin Hamama.

Pohon Zaitun Masih Berbunga
 
Di kota Basrah
Seorang ibu melagu
Di depan ayunan bayinya
Mendendangkan lagu sayang
Tidurlah nak, malam masih panjang
Pohon zaitun dihalaman masih berbunga
Katakan pada dunia kita masih ada

Seribu satu cerita masih aku punya
Untuk mengantarkan kau dewasa
Syahrazad mungkin habis cerita
Tak menyangka di ujung umur dunia
Seorang durja memporak porandakan negeri kita
Namun do'a Rabiah
Membuka pintu Tuhan
Pintalah apa yang bisa engkau pinta
Pintalah zaitun tetap berbunga
Pintalah darah syuhada menjadi pupuknya
Pintalah negeri kita tetap ada
Pintalah apa yang bisa kau pinta
Pintalah nak,
Pinta
Tuhan menjaga

Okay, that's it....."Diary" dikau memang tidak bisa tergantikan :3

(Shubhy) Ketika kata tak bisa lagi bersuara, maka akan ada wadah yang memahami maksud kita. Sampaikanlah apa yang di rasa, maka tak kan satupun yang sia-sia, because everything has a meaning.